4 Hal Ini Harus Dihindari saat Memberi Obat Batuk untuk Bayi

Bayi memiliki sistem imun yang belum sempurna. Oleh karena itu, sangat mudah penyakit menyerangnya, contohnya batuk. Melihat buah hati yang tersiksa karena batuknya, hati orang tua mana yang tidak sedih. Tapi, memberi obat batuk untuk bayi tetap tidak boleh sembarangan. Pastikan agar Anda menghindari 4 hal berikut saat ingin memberi obat batuk.

  1. Langsung Memberi Obat Kimia

Memberikan obat berbahan kimia pada balita sangat tidak dianjurkan, apalagi sembarangan beli yang ada di pasaran. Batuk memang penyakit yang perlu mendapat perhatian karena seringan apapun, rasanya sangat menyiksa bagi bayi. Tapi, batuk juga ada yang sembuh dengan sendirinya.

Batuk seperti ini biasanya hanya reaksi tubuh untuk mengeluarkan zat asing, bakteri, atau kuman yang ada di tenggorokan. Jadi, sebaiknya selidiki dulu apakah batuknya itu batuk biasa atau yang berlangsung lama sehingga perlu penanganan dokter.

  1. Memberi Obat Lama

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Berpedoman pada petuah ini, maka setiap keluarga memiliki kotak P3K di rumahnya. Selain luka, obat untuk batuk, panas, flu, dan lainnya pun ada. Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengambil obat di kotak P3K tanpa melihat dulu instruksi dalam kemasan, apalagi tanggal kadaluwarsanya.

Obat-obatan biasanya bertahan sampai dua tahun. Nah, setelah dua tahun, baru ada yang sakit dan membutuhkan obat-obatan tersebut. Jangankan sembuh, justru bisa meracuni si bayi dan ini sangat berbahaya. Selain tanggal kadaluwarsa, Anda juga perlu memperhatikan tempat penyimpanannya yang sesuai dengan anjuran dalam kemasan.

  1. Obat Diminumkan melalui ASI

Obat batuk untuk bayi memang tidak boleh diberikan sembarangan. Tapi, bukan berarti harus diminum oleh ibu dengan tujuan, manfaat obatnya bisa sampai pada sang bayi saat diberi ASI.

Umumnya, obat untuk bayi memiliki dosis sangat rendah. Oleh karena itu, bisa jadi obatnya sudah diserap tubuh sang ibu dan efek obatnya sama sekali tidak sampai ke bayi. Tidak heran jika cara pengobatan ini tidak berpengaruh pada kesembuhannya.

  1. Memberi Obat Sisa/ Resep Tetangga

Meminta pendapat tetangga yang pernah mengalami masalah serupa seringkali dilakukan orang tua, termasuk mengobati batuk pada bayi. Begitu ada bayi tetangga yang batuknya sembuh karena obat A, maka Anda ikut-ikutan memberi obat yang sama pada si kecil.

Hal ini sebaiknya dihindari karena efektivitas sebuah obat tidak selalu sama untuk semua anak, apalagi usia bayi yang memiliki tubuh sensitif. Sebaiknya, periksa ke dokter dan beri obat sesuai anjuran dan takaran. Hindari menunda-nunda jam pemberian obat. Meski si kecil tertidur, bangunkan dengan lembut, lalu berikan obatnya.

Satu hal yang perlu diketahui Anda sebagai orang tua, obat batuk untuk bayi akan bekerja efektif jika si kecil istirahat teratur. Selain itu, sistem imun juga bekerja maksimal saat seseorang tertidur, termasuk pada bayi. Jika sudah diberi obat herbal, tapi batuknya sudah berlangsung lama dan belum sembuh-sembuh, segera konsultasikan lagi dengan dokter.