Masalah Transportasi yang Terjadi di Kota-kota Besar

Semakin banyaknya jumlah kendaraan pribadi dan transportasi umum, berarti semakin sering terjadinya kemacetan, kecelakaan, dan keadaan udara yang tercemar (polusi udara)

Ulasan dibawah ini akan membahas 5 masalah transportasi yang terjadi di kota-kota besar beserta solusinya seperti kemacetan lalu lintas, polusi udara, kecelakaan udara, rawan copet, dan pelecehan seksual. Yuk, simak bersama!

1. Kemacetan Lalu Lintas

Penyebab utama kemacetan adalah minimnya jumlah sarana transportasi publik, serta semakin banyaknya kendaraan pribadi yang beroperasi tanpa diimbangi ketersediaan jalan yang ada.

Solusi:

Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas diperlukan adanya sarana dan prasarana transportasi publik yang memadai, seperti alat transportasi publik yang layak pakai terutama untuk area bisnis dan perkantoran. Contohnya di Jakarta, pusat bisnis seperti perkantoran di Kuningan, Thamrin, Sudirman, Rasuna Said, selalu menjadi langganan macet.

2. Polusi Udara

Berdasarkan data real time dari Air Visual, indeks kualitas udara (AQI) menyebutkan bahwa Indonesia menempati posisi teratas kualitas udara terburuk sedunia. Polusi udara di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh asap kendaraan bermotor. Penyebab lainnya adalah asap pabrik, limbah pabrik, dan limbah rumah tangga.

Solusi:

Polusi udara dapat dicegah dengan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan dan cobalah sesekali untuk naik transportasi publik seperti bus Transjakarta, kereta Listrik, dan lainnya.

3. Kecelakaan Lalu Lintas

Indonesia juga menjadi salah satu negara degan tingkat angka kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Selain kematian, kecelakaan lalu lintas juga mengakibatkan Indonesia mengalami kerugian negara.

Hampir setiap tahunnya, pihak Jasa Raharja harus menggelontorkan sejumlah dana pada kisaran Rp 2 Milyar untuk korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Solusi:

Untuk menanggulanginya dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:

  • Mematuhi peraturan lalu lintas, misalnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, memakai sabuk pengaman jika memakai mobil, memakai helm bagi pengendara sepeda motor, dan lain-lain
  • Tidak boleh mengemudi dalam keadaan sakit, mengantuk, dan tingkat kesadaran kurang
  • Melakukan pengecekan kendaraan sebelum digunakan dan melakukan servis secara berkala
  • Tidak menggunakan hp saat mengemudi.

4. Rawan Copet

Di dalam transportasi publik seperti bus ataupun kereta ekonomi sering terjadi tindak kejahatan dan pencopetan. Rawan copet biasanya terjadi karena jumlah penumpang yang terlalu banyak sehingga jumlah kursi yang tersedia tidak memadai. Hal ini sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk melancarkan aksinya.

Solusi:

Cara mengurangi resiko kecopetan selama berada di angkutan umum adalah:

  • Memperhatikan dengan seksama barang bawaan kamu
  • Jika mengantuk, usahakan jangan sampai tertidur
  • Memberlakukan sistem tiket untuk semua jenis angkutan umum.
  • Untuk penggunaan harian bisa pertimbangkan sewa mobil di Jakarta

5. Pelecehan Seksual

Selain rawan copet, pelecehan seksual pun kerap terjadi di dalam transportasi publik, terutama di dalam bus.

Solusi:

Untuk mengatasinya, Pemkot Surabaya telah mendatangkan 8 armada bus baru “Suroboyo Bus” yang ramah dan anti pelecehan seksual. Desainnya yang low entry membuat penumpang merasa nyaman, terdapat tuas khusus untuk jalur kursi roda, dan di dalamnya kursi penumpang laki-laki dan perempuan terpisah.

Alangkah baiknya jika di semua daerah terdapat bus seperti itu.

Akhirnya, masalah kelima mengakhiri artikel ini. Semoga dengan ulasan di atas dapat mengurangi atau bahkan mencegah masalah-masalah transportasi yang ada. Namun apapun yang terjadi, sebaiknya menghindari kelima masalah di atas, tetapi jika memang harus berhadapan dengan salah satu dari kelima masalah tersebut, setidaknya kamu sudah tahu solusinya.