Alasan Pakai Ban Motor Tubeless

Alasan pakai ban motor tubeless sedikit banyak depengaruhi oleh ‘selera’. Ada yang menganggap lebih praktis karena tidak memerlukan ban dalam, ada juga alasan faktor kondisi jalan yang mendukung penggunaan ban jenis tubeless itu sendiri.

Ketika seseorang mulai merasa tidak nyaman dengan performa motor kesayangannya, kemungkinan disebabkan oleh 2 hal. Yang pertama mesin motor sudah waktunya di servis dan yang kedua bagian ban yang perlu diganti.

Soal mesin, umumnya bagian ini mempunyai masa atau periode tertentu untuk diservis atau dibersihkan. Ada yang 2 bulan sekali atau 3 bulan sekali, tergantung pemakaian.

Lain halnya dengan ban. Ban motor adalah bagian paling spesial karena ada kontak langsung dengan jalan. Dengan sendirinya menunda penggantian ban tentu sangat berpengaruh terhadap performa motor secara keseluruhan. Dampaknya tentu sangat berisiko pada keamanan dan kenyamanan pengendaranya.

5 Alasan Orang Lebih Memilih Pakai Ban Motor Tubeless

Saat ini ada dua jenis ban motor yang biasa digunakan yaitu jenis tube-type atau ban motor biasa dan ban tubeless. Jenis tube-type adalah ban motor yang menggunakan ban dalam, sebaliknya tubeless tidak menggunakan ban dalam.

Beberapa tahun terakhir ini ban motor tubeless justru menjadi pilihan utama karena dinilai lebih unggul dari beberapa sisi. Nah, berikut ini alasan pakai ban motor tubeless, terutama faktor keunggulan yang melatarbelakanginya.

Tidak Mudah Bocor dan Lebih Tahan Lama

Bisa dikatakan material ban motor tubeless memang istimewa meskipun tidak menggunakan ban dalam. Jenis ban ini tetap konsisten menampung udara sehingga tetap mengembang secara stabil.

Hal ini berbeda dengan jenis ban tube-type yang mudah robek. Ban tubeless mempunya lapisan luar lebih tebal sehingga ketika tertusuk benda tajam tidak langsung kehilangan angin.

Lebih Praktis

Dibanding jenis ban tube-type, ban tubeless jauh lebih praktis karena tidak memerlukan ban dalam. Dengan sendirinya tidak perlu lagi membeli ban yang ukurannya harus sesuai dengan velg dan ban luar. Ketika terjadi kebocoran, ban tubeless juga lebih mudah ditambal, selain prosesnya juga lebih cepat.

Ban tubeless tersedia sesuai dengan ukuran velg. Setelah membeli bisa langsung dipasang. Lebih mudah, cepat, dan praktis.

Baca Juga : Ertiga, Mobil Keluarga ber Suku Cadang Terjangkau

Bermanuver Lebih Nyaman

Alasan pakai ban motor tubeless selanjutnya karena jenis ban ini cenderung lebih stabil pada kecepatan berapapun. Ini karena tekstur bannya jauh lebih keras dan mampu ‘menakhlukkan’ aspal. Ketika digunakan bermanuver dengan kecepatan tinggi sekalipun, performa ban tubeless lebih stabil. Berbeda dengan ban tube-type yang kadang oleng ketika dipacu dalam kecepatan maksimal.

Lebih Awet dengan Tipe Mid-Compound

Dibanding ban tube-tye, ban motor tubeless relatif lebih awet. Tekturnya lebih keras karena mayoritas menggunakan tipe mid-compound. Tetap awet meskipun sering melintasi jalan aspal yang panas. Untuk pemakaian normal ban ini bisa bertahan hingga 1,5 tahun.

Lebih Aman Saat Hujan Deras

Pada poin ini sebenarnya lebih kepada faktor kenyamanan dan keamanan. Dibanding ban tube-type, ban tubeless lebih aman melintas di jalan yang basah, bahkan ketika curah hujan sedang tinggi.

Ban tubeless didesain dengan alur yang lebih dalam dan variatif. Dengan demikian lebih aman ketika melintas genangan air ketika permukaan jalan licin dan basah.

Alasan Ban Motor Jenis Tube-type Tetap Digunakan

Jika diatas sudah dibahas mengenai keunggulan dan alasan pakai ban motor tubeless, mengapa orang masih banyak yang menggunakan jenis ban tube-type?

Alasan masih digunakannya ban tube-type lebih kepada kondisi jalan yang sering dilintasi. Ketika bocor, ban tube-type memang lebih menyulitkan dan rumit dalam penanganannya. Kendati demikian jenis ban ini dinilai lebih cocok dan aman untuk melintasi jalan yang belum beraspal.

Ini ada hubungannya dengan velg motor itu sendiri, dimana kebanyakan velg motor sekarang menggunakan jenis cast wheel atau populer dengan sebutan velg racing.

Perlu diketahui, jenis velg racing cukup rawan dan mudah retak ketika harus melintasi jalanan berbatu yang ekstrem. Ketika sudah retak maka simpanan udara dalam ban tubeless akan keluar semua dan langsung kempis.

Nah, jika menggunakan ban biasa atau tube-type maka udara masih tersimpan di ban dalam meskipun velg retak dan ban luar robek. Dengan begitu pengendara masih bisa melanjutkan perjalanan, dengan catatan ban dalam tidak tertembus paku atau benda tajam lainnya.

Itu tadi alasan pakai ban motor tubeless yang saat ini semakin populer. Jadi kesimpulannya, terlepas apapun yang digunakan, ban tube-type atau tubeless, semua tergantung dari kondisi jalan yang sering dilewati.

Artikel ini sudah tayang di situs https://www.harapanrakyat.com/