Pembangkitan Listrik Terbarukan Dari Surya

Saat ini sedang hangat diperbincangkan pembangkit listrik dari tenaga surya yang berasal dari sinar matahari. Banyak negara termasuk Indonesia yang sedang mengembangkan pembangkit listrik terbaru ini. Sebab banyak keunggulan yang didapat seperti ramah lingkungan dan menghemat energi lain. Berikut ini ulasan proses pembangkitan listrik dari tenaga surya.

Tahap Perencanaan Pembangkit Listrik

Tahap awal sebelum menginstal pembangkit listrik dari energi surya ini adalah perencanaan. Instalasi pembangkit listrik ini harus mencukupi kebutuhan penggunaan daya sehari-hari. Kemampuan pembangkit listrik dilihat dari solar cell panel yang mampu menghasilkan arus setiap detiknya. Oleh sebab itu, jumlah panel surya yang dipasang akan sangat berpengaruh.

Selanjutnya adalah menghitung unit baterai yang digunakan, disesuaikan dengan kapasitas panel. Tujuannya sebagai antisipasi kendala jika sinar matahari tidak ada. Perencanaan listrik perbaruan dari surya ini terkadang menakutkan negara berkembang. Sebab nilainya lenih tinggi dibandingkan listrik dari instalasi generator dan bensin.

Akan tetapi perencanaan pembangkit listrik dengan energi surya ini sangat menguntungkan bagi wilayah terpencil. Seperti daerah pedesaan, pertambangan, perkebunan, dan perairan. Manfaat pembangkit listrik ini disinyalir dalam jangka waktu panjang. Yakni daya tahannya mencapai 20 hingga 25 tahun.

Komponen Instalasi Listrik Energi surya

Berikut ini komponen yang harus ada untuk menginstalasi pembangkit listrik bertenaga surya.

1.Panel surya / solar panel

Fungsi dari panel surya adalah untuk mengkonversi tenaga matahari menjadi energi listrik. Dalam proses ini sinar matahari akan diserap oleh solar cells sehingga menghasilkan foton. Dari foton inilah arus listrik dapat dihasilkan. Untuk satu solar cells mampu menghasilkan minimal 0,5 volt tegangan listrik.

Untuk penghitungan sinar matahari yang disimpan agar menjadi energi listrik yaitu selama 5 jam. Setelah dikonversikan tenaga listrik dari pagi hingga sore dapat disimpan dalam baterai. Sehingga, saat matahari tidak sedang bersinar listrik tetap dapat digunakan. Agar dapat berfungsi optimal sebaiknya menggunakan panel surya terbaik dari Sewatama.

2.Solar charge controller

Fungsid dari solar charge controller sebagai alat pengatur. Dalam lalu lintas arus dari solar cell sampai ke baterai. Selain itu solar charge controller berfungsi optimal sebagai pelindung baterai agar tahan lebih lama.

3.Inverter

Inverter merupakan bagian perangkat elektrik dengan kemampuan konversi tegangan searah. Dari tegangan direct current (DC) menjadi alternating current atau bolak balik (AC).

4.Baterai

Fungsi baterai sebagai tempat penyimpanan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Arus tersebut disimpan sebelum digunakan agar dapat menggerakkan beban.  Dalam hal ini beban berwujud sebagai alat elektronik dan lampu penerangan.