Keracunan Makanan

Makanan menjadi sesuatu yang harus selalu diperhatikan kebersihannya. Salah-salah, jika kita mengonsumsi makanan tak higienis bisa mengalami keracunan. Jika hal itu terjadi dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat maka resiko tertinggi bisa sampai pada tahap kematian. Keracunan makanan sendiri adalah kondisi tubuh yang melemah akibat terpapar bahan makanan yang tidak steril atau mengandung zat berbahaya.

Faktor yang menjadi pendorong suatu makanan dapat menyebabkan gejala keracunan adalah kandungan senyawa kimia berbahaya, bakteri, parasit ataupun virus yang terpapar dalam makanan. Beberapa jenis bakteri yang masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan adalah B. Cereus, S. Aureus, E. colli, Salmonella,Shigella dan Pseudomonas aerugenosa. Untuk beberapa bahan kimia yang masuk dalam kategori beracun adalah yang mengandung toksin, metamfeatamin, serta nitrit.

Keracunan menjadi kejadian yang seharusnya tidak dialami oleh siapapun. Namun, ketika hal ini terjadi Anda bisa melakukan pencegahan. Seperti, langsung bertindak untuk membawanya ke rumah sakit terdekat. Adapun gejala-gejala yang bisa dikenali ketika seseorang mengalami keracunan makanan, diantaranya adalah:

  • Nyeri dan kram pada perut. Reaksi perut yang satu ini muncul akibat adanya toksik yang masuk dan menyebabkan peradangan pada perut akibatnya muncul rasa tidak nyaman seperti nyeri dan kram.
  • Diare. Menjadi salah satu gejala yang harus diwaspadai pula. Jika muncul secara tiba-tiba berlangsung lama, cair bahkan sampai berdarah, maka segera hubungi dokter dan jangan lupa berikan air putih yang banyak menghindari dehidrasi.
  • Mual muntah. Reaksi dari tubuh yang satu ini sering muncul ketika keracunan melanda. Gejala alami sistematis yang muncul dari tubuh sebagai perlawanan karena tubuh mendeteksi adanya bahan berbahaya yang masuk ke perut melalui mulut.

Keracunan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, biasanya kondisi tersebut terjadi karena makanan. Kejadian seperti ini bisa ditanggulangi dengan cara menyeleksi makanan dan minuman yang masuk ke tubuh. Sedangkan ketika kejadian ini tidak bisa dielakkan. Inilah beberapa pertolongan pertama yang dapat diberikan pada mereka yang diduga mengalami keracunan adalah dengan :

  • Memberi aroma terapi, mencegah dehidrasi karena muntah berlebihan.
  • Meminum air kelapa, untuk membantu menetralkan racun dan mencegah dehidrasi.
  • Membiarkan muntah sampai selesai, dan selama muntah ini jangan berikan makanan padat. Sebisa mungkin konsumsi saja makanan ringan dengan rasa yang tawar.
  • Minumlah banyak air putih untuk membersihkan racun dan menghindari terjadinya dehidrasi.

Jika dalam 2-3 hari gejala-gejala keracunan yang muncul tidak juga mereka, maka Anda tidak boleh lagi menunda untuk menghindari dokter. Salah-salah, jika ditunda pasien akan mengalami dehidrasi akut dan merusak fungsi organ lain dan berujung pada kematian. Yang harus jadi perhatian harus ke dokter adalah bisa demam tak kunjung turun, kondisi melemah, diare sampai berdarah, dan tidak sadarkan diri.

Seringkali seseorang lalai dengan apa yang mereka konsumsi. Alasan seperti ini tentu menjadi pendorong terjadinya kasus keracunan. Bagaimana pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari kasus keracunan? Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya kasus keracunan makanan:

  • Biasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
  • Menggunakan alat masak dan alat makan yang bersih.
  • Mencuci, memasak, serta mengolah makanan dengan benar. Jika yang diolah daging, maka masaklah sampai matang.
  • Biasakan cuci tangan dengan sabun setelah BAB.
  • Minum banyak air putih.
  • Belilah makanan yang higienis terjamin kebersihannya.
  • Menyimpan makanan dalam suhu yang benar.