Virus Mematikan Yang Mewabah Di Dunia Selain Corona

Corona merupakan salah satu virus mematikan. Penyebarannya terus meluas sejak kemunculannya di China. Dan masyarakat dunia terus berusaha untuk memeranginya hingga saat ini.

Wabah ini mempengaruhi segala aspek kehidupan. Pengaruh paling jelas ada di sektor ekonomi. Sektor ini masih belum pulih akibat kekhawatiran akan penularannya. Penularan ini disebabkan oleh kontak langsung dengan penderitanya.

Beruntungnya, Anda bisa meminimalkan risiko tertular. Caranya dengan memanfaatkan pelacak covid-19. Aplikasi ini akan melacak siapa yang dicurigai atau dikenali sebagai penderita. Dengan begitu, Anda lebih aman ketika berada di luar rumah.

Jenis Virus Mematikan di Dunia

Virus menjadi wabah dunia yang paling mengerikan. Ini sudah ada sejak lama. Sebagian besar masih mengancam masyarakat. Di antara jenisnya adalah sebagai berikut.

  1. Ebola

Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Afrika. Virus ini dibawa oleh primata. Kemudian ditularkan melalui darah ataupun cairan tubuh.

Ebola akan menunjukkan gejalanya ketika seseorang kontak langsung dengan pengidap. Biasanya, tandanya dirasakan setelah 5-10 hari. Tandanya adalah mengalami demam, pendarahan pada berbagai organ, nyeri dada sampai penurunan berat badan.

Ebola masih mengkhawatirkan. Faktanya, belum ada pengobatan untuk menanganinya. Risikonya juga tinggi seperti penglihatan terganggu sampai kematian.

  1. Flu Spanyol

Flu Spanyol termasuk dalam kategori virus mematikan. Betapa tidak, puluhan juta orang meninggal akibat dari flu tersebut.

Permasalahan ini muncul pada tahun 1918. Kengeriannya tidak luput dari penularannya yang cepat. Hampir mirip dengan Coronavirus.

Ketika itu, banyak korban jiwa. Suasananya begitu hening dan mencekam. Bahkan bisa menghentikan perang dunia karena keganasannya.

  1. HIV

HIV muncul tahun 1980 an. Menjadi pembunuh terbesar dalam dunia kesehatan. Tercatat sejak kemunculannya, HIV sudah memakan korban lebih dari 32 juta jiwa.

Tipe serangannya dilakukan dengan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Pada praktiknya, sel darah putih dihancurkan. Akibatnya, penderitanya akan jatuh sakit dan berisiko kehilangan nyawa.

Mengenai penyebarannya, HIV menular melalui perilaku seseorang. Di antaranya melalui hubungan badan, jarum suntik serta donor darah. Tentunya ini berkaitan langsung dengan pengidapnya.

  1. Mers-Cov

Mers-Cov berasal dari Timur Tengah. Ini diidentifikasi berada di Arab tahun 2012. Kemudian menyebar ke Korea Selatan pada 2015 silam.

Virus tersebut menyerang sistem pernafasan. Penularannya melalui hewan unta. Sampai sekarang, belum ada vaksin untuk menangani masalah tersebut.

  1. Rotavirus

Rotavirus umumnya mengancam anak-anak. Ini menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan. Akibatnya, penderita sering diare dan cairan tubuh hilang lebih cepat.

Rotavirus mulai terlihat setelah 2 hari terpapar. Penyebabnya adalah sanitasi atau lingkungan kurang baik. Biasanya, ini mengancam pada negara berkembang.

Pengidapnya akan mengalami sejumlah kondisi berbahaya. Di antaranya nyeri perut, mulut kering, mata cekung, hilang kesadaran dan lain sebagainya.

  1. Hantavirus

Hantavirus termasuk paling langka. Tetapi bisa terjadi lantaran berdekatan dengan tikus atau hewan pengerat.

Tikus tersebut membawa virus, menyebarkannya melalui kotoran. Ketika seseorang menginjaknya, ada kemungkinan mengalaminya.

Virus ini memicu masalah paru-paru, ginjal dan pembuluh darah. Ketika tidak ditangani segera, risikonya sangat berbahaya. Risikonya adalah gagal jantung sampai kematian.

  1. Cacar

Sejarah mencatat bahwa cacar telah memakan korban sekitar 300 juta jiwa. Masalah ini sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun silam. Hanya saja, permasalahan serius terjadi di abad 20an.

Sebenarnya, ini merupakan penyakit yang ringan. Tetapi bisa berdampak buruk ketika daya tahan tubuh lemah.

Sejauh ini, sudah ada tindakan pencegahan. Vaksinasi sudah ditemukan dan diberikan pada seseorang.

  1. Dengue

Dengue ini dikenal dengan sebutan demam berdarah. Penyebabnya ialah nyamuk Aedes Aegepty. Penderitanya akan mengalami demam panjang, bintik merah dan nyeri persendian.

Penanganan wajib disegerakan. Jika tidak, pembuluh darah bisa bocor. Pada akhirnya, nyawa menjadi taruhannya.

  1. Rabies

Rabies dikenal sebagai anjing gila. Merupakan kondisi berbahaya lantaran menginfeksi syaraf dan otak. Penyebarannya melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, dan kera.

Gejalanya adalah terasa kesemutan, demam dan melemahnya otot. Jika dibiarkan, risiko kematian bisa terjadi. Untuk itulah, vaksinasi ataupun pengobatan perlu diberikan.

  1. Marburg

Virus Marburg ini dikenali pada tahun 1967. Penyebabnya berasal dari gigitan kera. Penderita yang terinfeksi akan berisiko mengalami kerusakan organ, sampai akhirnya meninggal dunia.

Cara Meminimalkan Penularan Virus

Virus mematikan ini bisa menular tanpa kompromi. Ini sudah ada di dekat Anda. Tetapi, Anda bisa mencegahnya.

Salah satunya dengan menghindari masuk ke kawasan penyebaran virus. Ketika Anda mengetahui adanya wabah, usahakan untuk tidak mendekati lokasi tersebut. Karena besar kemungkinan jika Anda akan terinfeksi.

Selain itu, jagalah kebersihan. Lantas, pastikan untuk menjaga asupan makanan. Ini sangat penting untuk meningkatkan imunitas.

Imunitas yang terjaga akan membantu dalam melawannya dari dalam. Ketika masalah ini ditangani dengan baik, tubuh Anda akan lebih sehat.

Sederhananya, Anda perlu membatasi penyebarannya dengan menjauh dari penyebabnya. Khusus untuk coronavirus, jauhi tempat yang dicurigai masuk zona merah. Dengan begitu, Anda akan terbebas dari masalah lebih serius.

Mengenai cara mengidentifikasinya, Anda sebenarnya bisa melakukannya dengan mudah. Anda cukup memanfaatkan aplikasi Teman Sehat. Aplikasi tersebut bisa membantu dalam mengenali siapa saja yang telah terinfeksi.

Menariknya, pengguna aplikasi akan memahami lokasi penyebaran virus tersebut. Dengan mengetahuinya secara jelas melalui perangkat seluler, pengguna bisa menjauh agar tidak terinfeksi.

Kesimpulannya, kewaspadaan membuat Anda terhindar dari risiko penularan secara cepat. Bukan hanya corona virus saja, tetapi juga virus mematikan lainnya.